Penyakit Leukemia Limfoblastik Akut

Penyakit leukemia merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan. Penyakit leukemia ini disebabkan karena produksi sel darah putih berlebih dan tidak terkendali yang menyebabkan fungsi normal darah menjadi terganggu. Penyakit leukemia limfoblastik akut ini biasanya terjadi pada anak-anak dan terjadi sekitar 75% dari semua kasus. Usia yang paling tinggi terjadi pada mereka yang masih berusia 4 tahun. Penyakit leukemia limfoblastik akut ini jarang terjadi oleh mereka yang berusia diatas 30 tahun. Namun, banyak dari kasus ini biasanya merupakan suatu gejala awal dari terjadinya transformasi akut leukemia kronis.

Penyebab dari penyakit leukemia limfoblastik akut belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan penyakti ini bisa terjadi. Namun beberapa penyebab kemungkinan bisa memicu terjadinya masalah penyakit ini. Salah satunya adalah kombinasi dari virus genetic, faktor imunologik, dan tidak tahannya terhadap suatu radiasi serta beberapa zat kimia.

Gejala yang ditunjukkan dari penyakit leukemia limfoblastik akut ini adalah pendarahan yang terjadi dengan tidak normal dalam bentuk mimisan, radang gusi, memar yang lebih mudah terjadi, bintik merah paada tubuh, penyakit anemia, berat badan yang menurun drastic,terasa lelah, lemah dan hilangnya tenaga, detak jantung yang sangat cepat, sakit yang dirasakan pada lambung, kulit yang pucat, dan infeksi yang terjadi menjadi lebih sering dialami karena lebih rentan.

Diagnosis yang dilakukan pada penyakit leukemia limfoblastik akut ini adalah penghitungan pda sel darah yang lebih spesifik yang disertai dengan meningkatnya atau defisiensi variable dari hitung sel darah putih, dan bergantung dari jenis sel yang juga terlibat. Pemeriksaan yang dilakukan papda sumsum tulang dengan memperlihatkan proliferasi klonal dan juga penimbunan yang terjadi pada sel darah. Cairan spinal serebral ini diperiksa untuk menyigkirkan keterkaitan dari sistem saraf.

Salah satu penatalaksanaan yang dilakukan pada penyakit leukemia limfoblasti akut ini adalah dengan melakukan pencangkokan pada sumsum utlang agar bisa berhasil dalam mengobati penyakit ini.

Posted in Penyakit Leukemia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Tradisional Leukimia

Leukimia bisa disebabkan oleh banyak faktor seperti virus,mutasi gen, radiasi, dan kemoterapi. Paparan radiasi atau penyinaran dosis tinggi dan pemakaian beberapa jenis obat kemoterapi antikanker kemungkinan bisa meningkatkan terjadinya leukimia. Karena ini sebelum mengambil tindakan, tenaga medis biasanya akan melakukan konsultasi yang cemat agar pasien yang dikemoterapi melakukan konsultasi yang cermat agar pasien yang dikemoterapi menyadari resikonya.

Ramuan tradisional untuk mengatasi leukimia adalah perpaduan dari buah mahkota dewa, sambiloto, daun pegagan, temu putih, dan buah mengkudu.

Tanaman perdu yang dulu dianggap buah simalakama ini, kini dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Buah mahkota dewa mengandung flavonoid, antihistamin untuk alergi, polifenol, alkaloid, dan saponin.
Oleh sebab itu dampak farmakologi yang timbul adalah rasa pahit, adstringent, antikanker, antitumor, antiseptik, dan antihipertensi.
Jika dikonsumsi sesuai dengan dosis dan anjuran, buah pusaka para dewa ini selalu berfungsi untuk mengobati kanker, juga bisa mnegobati sakit rematik, asam urat, diabetes, jantung, ginjal, darah tinggi, flu, alergi, sakit paru-paru, sirosis hati, aneka penyakit kulit, ketergantungan narkoba, menurunkan kolesterol, dan menambah stamina.

Siapa sangka tanaman yang dulunya disia-siakan, kini menjadi idola dan banyak di cari orang. Di Jawa buah ini dikenal dengan nama pace (Morinda citrifolia, L), di tatar Parahyangan dinamai cangkuang atau cengkudu, di Nias disebut Mangkudu, di Madura disebut kodhuk, dan orang Dayak menyebutnya rewong.
Setelah melalui berbagai penelitian, ternyata buah mengkudu mengandung zat xeronin yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh -meningkatkan aktivitas enzim dan struktur protein, polisakarida (asam glukonat, glikosida) sebagai imunostimulan, anti kanker, antibakteri, skopoletin berfungsi memperlebar pembuluh darah. Di dalam akar terkandung antrakuinon yang berfungsi sebagai antiseptik, senyawa morindin dan morindan sebagai antibakteri dan zat pewarna.
Didalam daun terkandung antrakuinon, glikosida sebagai antikanker dan karotin yang merupakan sumber vitamin A.

Posted in Penyakit Leukemia | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Leukimia

Leukimia atau kanker darah dapat menyerang segala usia, tetapi paling sering terjadi pada usia dewasa.
Kegagalan penanganan dalam pengobatan leukimia dapat menyebabkan kematian. Sel-sel leukimia adalah sel tidak normal yang tertimbun didalam sumsum tulang, bekerja menghancurkan dan menggantikan sel-sel yang menghasilkan sel darah normal.
Sel kanker yang sifatnya ganas ini mengalir didalam aliran darah dan berpindah ke organ lainnya, yang kemudian berkembang dan membelah diri.
Sel yang tidak normal dan ganas ini apabila menyerang orang yang keadaan fisiknya lemah dapat merusak organ penting lainnya dan menyebabkan gagal ginjal, anemia, gagal hati, dan tumor kecil yang muncul dibawah kulit.
Secara umum , gejala orang yang terkena leukimia, kondisi fisiknya sangat lemah, suhu badan terus meningkat (demam) dalam waktu lama, dan mengalami sesak napas. Sakit kepala yang kadang-kadang disertai muntah, nyeri pada tulang dan sendi, terjadi infeksi pada peradarahan, gelisah atau takut, sulit tidur.

Jika indikasi ini terjadi, sangat diharapkan bisa langsung dirujuk ke dokter spesialis, bidang onkologi atau hematologi. Biasanya pada diagnosis dini dilakuka cek darah dan pengambilan sumsum tulang belakang.

Leukimia bukanlah penyakit yang tidak bisa diobati, namun untuk menyembuhkannya menuntut kesabaran, ketabahan, dan kerja sama dari pasien, orangtua, dan dokter yang menanganinya .
Hal inilah yang bisa menyelamatkan anak. Leukimia atau kanker darah adalah sekelompok penyakit neoplastik yang beragam, ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah disumsum tulang dan jaringan limfoid . Sel-sel normal didalam sumsum tuloang di gantikan oleh sel tak normal atau abnormal.
Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukimia memengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita. Kata leukimia berarto darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit.
Jumlah yang makin banyak ini dapat mengganggu fungsi normal sel-sel lainnya.

Posted in Penyakit Leukemia | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pemeriksaan Penyakit Leukemia

Terkadang leukemia ditemukan dokter saat menjalani pemeriksaan darah rutin. Jika Anda memiliki gejala-gejala yang mengarah pada leukemia, akan disarankan untuk menjalani satu ataulebih dari tes berikut ini :

a. Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa pembengkakan pada kelenjar getah bening, limpa atau hati.

b. Pemeriksaan darah

Hasil pemeriksaan laboratorium akan melakukan hitungan darah lengkap untuk memeriksa jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit. Leukemia menyebabkan jumlah sel darah putih sangat tinggi. Seringkali ditemukan kadar trombosit dan hemoglobin yang rendah di dalam sel darah merah.

c. Biopsi

Biopsi merupakan satu-satunya cara pasti untuk mengetahui keberadaan sel-sel leukemia di dalam sumsum tulang.

d. Sitogenetik

Pemeriksaan ini akan meneliti kromosom dari sampel sel darah sumsum tulang atau kelenjar getah bening. Jika ditemukan kromosom abnormal, hasil tes dapat menunjukkan jenis leukemia yang di derita.

e. Spinal Top

Dokter dapat mengambil beberapa cairan serebrospinal yaitu cairan yang mengisi ruang di dalam serta sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Tujuan pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya sel-sel leukemia atau tanda-tanda lain dari masalah.

f. X-ray dada

Pemeriksaan X-ray dapat menunjukkan pembengkakan kelenjar getah bening atau tanda-tanda lain dari penyakit di dalam dada.

Posted in Penyakit Leukemia | Tagged , , , | Leave a comment

Jenis Jenis Penyakit Leukemia

Secara garis besar, kanker darah atau leukemia dibedakan menjadi 2 tipe, sebagai berikut :

a. Leukemia akut

Leukemia jenis ini ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan dan memburuk. Apabila tidak diobati dengan segera, maka penderitannya dapat meninggal dalam hitungan minggu atau hari.

b. Leukemia kronis

Merupakan kanker darah yang memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama.

Leukemia juga dapat diklasifikasikan berdasarakan jenis sel darah putih yang terinvasi yaitu limfosit atau myeloid. Setidaknya terdapat 4 jenis leukemia umum, sebagai berikut :

1. Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL)

CLL paling sering terkadang pada orang tua yang berusia diatas 55 tahun. Namun, terkadang diderita oleh pasien dewasa muda. Sebaliknya, hampir tidak ada kasus pada anak-anak.

2. Chronis Myleoid Leukemia (CML)

Merupakan jenis leukemia yang sering terjadi pada orang dewasa dan sangat sedikit terjadi pada anak-anak.

3. Acute Lymphocytic leukemia (ALL)

ALL merupakan tipe leukemia yang paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi ditemui juga pada orang dewasa terutama saat berusia 65 tahun atau lebih.

4. Acute Myleoid Leukemia (AML)

Merupkaan tipe leukemia yang lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anaka-anak.

Posted in Penyakit Leukemia | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Kanker Leukimia

Leukemia atau yang lebih dikenal dengan penyakit kanker darah ini umumnya menyerang sumsum tulang belakang yang banyak memiliki sel darah putih. Kanker darah merupakan penyakit kanker yang cukup kronis, mereka yang terserang kanker darah umumnya banyak tidak tertolong hingga nyawa menjadi taruhannya. Kanker darah merupakan penyakit dalam kelompok kanker atau neoplasma pada darah atau sumsum tulang, umumnya ditandai oleh timbunan sel yang tidak normal atau hasil dari transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid yang banyak mengandung sel darah putih (leukosit) secara tidak normal.

Sel-sel normal yang ada di dalam tubuh digantikan oleh sel tidak normal. Sel yang tidak normal kemudian keluar melalui sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atua darah tepi. Sel kanker darah dapat mempengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.

Jaringan pembentuk sel darah putih dan sel darah merah pada penyakit kanker darah atau leukemia.

Umumnya kanker darah ini banyak menyerang usia anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Di tahun 2000, menurut beberapa sumber menyatakan, bahwa ada sekitar 256.000 anak dan orang dewasa diseluruh dunia yang menderita penyakit kanker darah leukemia dan 209.000 orang diantaranya meninggal dunia karena penyakit tersebut. Sekitar hampir 90 % penderita leukemia atau kanker darah ini adalah orang dewasa.

Posted in Penyakit Leukemia | Tagged , , , | Leave a comment